Muhammadiyah Siap Berkontribusi Meningkatkan Kualitas Gizi Masyarakat

Nasional8 Dilihat

Jakarta – Muhammadiyah melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menjadi mitra strategis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel. Program ini dipandang sebagai bagian dari ikhtiar strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, yang merupakan fondasi penting bagi lahirnya generasi bangsa yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing.

Oleh karena itu, menurut Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) M. Nurul Yamin tata kelola yang baik dan akuntabel menjadi kunci agar tujuan mulia program ini dapat tercapai secara optimal.

Dengan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang luas di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, Muhammadiyah memiliki kapasitas serta pengalaman yang memadai untuk turut menyukseskan program strategis nasional tersebut. Partisipasi ini juga didasarkan pada penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kemaslahatan umat sebagai bagian penting dari gerakan dakwah.

M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa Muhammadiyah tidak melihat MBG hanya sebagai program penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemenuhan gizi merupakan prasyarat mutlak dalam menyiapkan generasi yang kuat dan berdaya saing.

Menurut dia, tanpa asupan gizi yang memadai, berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia akan menghadapi tantangan yang besar.

“Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan,” kata Nurul Yamin dalam keterangannya dikutip Kamis (18/6).

Berbagai dinamika dan kritik yang muncul terhadap pelaksanaan MBG, lanjut Nurul Yamin, harus dijadikan momentum untuk berbenah dalam memperkuat sistem pengelolaan. Karena itu, Muhammadiyah terus mendorong penguatan tata kelola, profesionalisme sumber daya manusia, serta sistem pengawasan yang berkelanjutan dalam program ini.

Ia menegaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang wajib menjadi standar dalam pengelolaan MBG Muhammadiyah. Pertama, keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi. Kedua, tata kelola amanah dan professional. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas sistem yang dibangun. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pengelola, pengawasan berkala, dan transparansi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan program.

Dengan semangat dakwah berkemajuan, Muhammadiyah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi sarana menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pembangunan generasi Indonesia yang unggul di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *